Panduan Menggunakan Google Data Studio
Google Optimize 360 sendiri punya versi premium dengan nama Google Optimize 360 Suite. Aplikasi yang dikembangkan dari produk Google Analytics ini terintegrasi pribadi dengan produk lain, ibarat Data Studio, Tag Manager, Optimize dan Analytics.
Postingan kali ini, kita hanya akan membahas wacana Google Data Studio. Pembahasan ini mungkin akan sedikit panjang, jadi saya harap, teman-teman duduk manis dan mempelajarinya secara seksama. Saya jamin, ini akan memberi eksperiens gres dalam menyajikan data secara visual.
Apa itu Google Data Studio?
Google Data Studio ialah layanan yang disediakan Google untuk menganalisa data dan memvisualisasinya dalam bentuk laporan. Dimana laporan itu bisa disusun dengan bagus dan dibagikan kepada pengguna lain. Semua data yang dimunculkan hadir dalam satu daerah saja.
Layanan yang diluncurkan Google pertengahan Mei 2016 ini untuk tahap awal hanya bisa dipakai sampai lima laporan saja. Untuk mengaksesnya Anda harus terhubung dengan Google Analytics atau tag menager. Saya yakin, teman-teman blogger di Indonesia sudah erat dengan Google Analytics.
(Lihat Juga: Bagaimana Cara Mendaftarkan Blog ke Google Analytic?)
Data Studio sudah tentu berbicara wacana data. Kita bisa menyajikan data dalam eksplorasi visual. Bagi saya ini ialah alat yang sangat keren untuk menyusun data-data. Apalagi bagi pelaku urusan ekonomi online yang sangat bergantung dengan konsumen. Melalui Data Studio kita bisa beresonansi secara mudah.
Data Studio bisa diakses dengan URL https://www.google.com/analytics/data-studio/ atau https://datastudio.google.com.
Ikhtisar Google Data Studio
Data Studio memiliki tiga keunggulan yang menurut saya sangat penting. Pertama Connect, Visualize dan Share. Dengan Google Studio kita bisa terhubung dengan sumber data dan memvisualisasikannya lalu membaginya. Ini ialah layanan yang diharapkan banyak orang.
Connect: Hal pertama yang harus dipersiapkan dikala menggunakan Data Studio ialah connect atau hubungkan. Ada banyak hal yang bisa dihubungkan dengan Data Studio, mulai dari Google Analytics, Youtube Analytics, adWords, Attribution 360, Google Sheets, MySQl, Cloud SQL sampai BigQuery.
Visualize: Setelah terhubung dengan sumber data, selanjutnya membuka kanvas dan mulai menghubungkan titik-titik. Bahasa kerennya, mulailah mendesing apapun yang Anda butuhkan. Kerennya lagi, sebab membuat grafis ini bisa dilakukan tolong-menolong dengan orang dibelahan dunia manapun. Hal ini ibarat yang ada pada Google Docs, Sheets dan Google Slides.
Share: Hasil kerja kita juga bisa dishare secara langsung. Bisa dishare dengan kemampuan hanya dilihat oleh orang, atau bisa diedit orang lain. Itulah yang dimaksud dengan bekerja bersama untuk menghasilkan laporan terbaik.
Tampilan Homepage Google Data Studio ibarat gambar dibawah ini:
Tampilan ini cukup sederhana dan mudah digunakan. Di episode menu ada empat disebelah kiri dan tiga disebelah kanan. Sebelah kiri ada All atau semua data yang ada dalam Google Studio, Owned by Me, laporan yang telah kita buat, Share Wihh Me, laporan yang dibagikan ke kita dan Srash, laporan yang sudah dihapus.
(Lihat Juga: Cara Mendaftarkan Blog Wordpress ke Google Analytics)
Sedangkan disebelah kanan ada tombol Search tentu saja untuk mencari file atau laporan, AZ untuk mengurutkan pencarian berdasarkan kriteria dan tanda seru untuk mengirim feedback ke Data Studio.
Sementara untuk aplikasinya hanya ada dua, yakni Reports atau laporan dan Data Sources. Dibawahnya ada video tutorial cara penggunaan. Report menyampaikan semua file yang ada. Untuk mulai memvisualisasi data, pilih Data Sources. Tampilan pertama kalinya ibarat gambar dibawah ini.
Anda harus mengkoneksikan data yang ingin divisualisasi. Misalnya Google Analytics. Anda akan diminta mengkonfirmasi akun yang digunakan sama dengan akun yang membuka layanan Data Studio. Setelah terhubung maka tampilannya ibarat berikut.
Ada empat hal yang harus diperhatikan:
- Create a calculated field: Pada episode ini kita dapat membuat metrik gres berdasarkan formula yang lain. Atau mengubah satu atau lebih metrik yang ada sekaligus. Ada banyak pilihan operator yang tersedia, referensi bisa dilihat melalui daftar ini.
- Field type: Pada episode tipe file kita bisa memilih format dan jenis metrik yang tersedia. Berikut ialah jenis-jenis metrik yang tersedia: Numeric, Text, Date & Time, Boolean, Geo. Dimana bagian-bagian itu masih memiliki turunan masing-masing.
- Field aggregation: Kita bisa memilih agregasi metrik yang harus digunakan. Misalnya, kalau metrik Anda ialah rasio ibarat Konversi, Anda harus menggunakan rata-rata, kalau nilai otoriter ibarat sesi, Anda harus menggunakan Sum. Tapi pilihan ini kadang tidak muncul, lebih sering hanya Auto dan None.
- Create report: Tombol ini membawa kita pada jendela gres untuk mulai berkreasi.
Tingkat Laporan: Komponen ini menjadi yang memiliki level tertinggi dalam rantai penyusunan Data Studio. Dengan melampirkan sumber data ke Laporan yang ada, kita bisa menggunakannya di semua halaman. Biasanya kita memiliki beberapa sumber yang tertaut pribadi dengan laporan. Tapi kita hanya bisa memiliki satu sumber data sebagai default. Dalam hal ini, sumber data tidak diatur dalam Laman atau Bagan tingkat.
Tingkat Halaman: Komponen yang terdapat dikala melaporkan ini, memungkinkan kita menetapkan sumber data ke dalam halaman. Kita bahkan bisa membuatnya default untuk halaman tertentu, bahkan kalau Sumber Data lain ditetapkan sebagai default dalam Tingkat Laporan.
Tingkat Grafik: Sebuah representasi grafis dari data dalam Halaman, komponen ini menjadi yang paling terendah. Fleksibilitasnya untuk mengatur Sumber Data untuk Charts tertentu dan memiliki keuntungan besar ketika membangun dashboard untuk beberapa situs web, negara, unit urusan ekonomi atau departemen.
Tingkat Halaman: Komponen yang terdapat dikala melaporkan ini, memungkinkan kita menetapkan sumber data ke dalam halaman. Kita bahkan bisa membuatnya default untuk halaman tertentu, bahkan kalau Sumber Data lain ditetapkan sebagai default dalam Tingkat Laporan.
Tingkat Grafik: Sebuah representasi grafis dari data dalam Halaman, komponen ini menjadi yang paling terendah. Fleksibilitasnya untuk mengatur Sumber Data untuk Charts tertentu dan memiliki keuntungan besar ketika membangun dashboard untuk beberapa situs web, negara, unit urusan ekonomi atau departemen.
Cara Membuat Laporan: Visualisasi dan Kolaborasi
Setelah mengkoneksikan sumber data, selanjutnya kita masuk pada episode pembuatan laporan atau dibagain editor interface map. Pada episode ini ada banyak toolbar yang memiliki fungsi masing-masing. Kita bisa menggunakan seluruhnya, bisa juga hanya sebagian.
Untuk masuk pada episode ini silahkan klik Create Report. Pada jendela selanjutnya akan muncul popup informasi yang menanyakan pengimputan sumber data. Klik Add to Report supaya bisa memulai membuat laporan.
Berikut penjelasan lengkap soal fungsi masing-masing toolbar:
- Logo Data Studio: Tertetak dibagian kiri atas dan berfungsi untuk kembali ke homepage.
- File Name: Terletak disebelah logo ialah nama file (default bertuliskan Untitled Report), nama file ini bisa diubah sesuai yang diinginkan.
- Menu Bar: Terletak bawah nama file dengan fungsi masing-masing.
- Chart tool bar: Terletak di bawah Menu Bar. Chart tool kafetaria ini punya banyak varian, termasuk Text, image dan shape tools, Selection mode | Undo | Redo, Cache control dan Page controls.
- Halaman kanvas: Bagian ini tertelak di tengah dan digunakan untuk menaruh semua hasil design.
- Properties panel: disebelah kanan punya banyak fungsi, bisa untuk mengelompokkan data yang ingin digunakan sampai merubah style tampilan.
- Edit toggle: terletak diatas Properties panel berfungsi untuk melihat editan dan hasil editan.
- Share Button: Dibagian kanan atas, berfungsi untuk membagikan hasil design.
- Google profile icon: Dibagian kanan atas sebelah share button.
Cara kerjanya sangat sederhana. Silahkan memilih chart yang ingin digunakan dan tarik di kanvas. Chart yang muncul bisa dipilih sesuai harapan dengan memilih data di panel properties. Mendesain grafisnya juga disana. Setelah itu, ibarat menggambar, gunakan imajinasi untuk menghasilkan visualisasi yang menarik.
Agar lebih paham, berikut video cara menggunakannya secara singkat.
Setelah semua dilakukan, sisa membagikannya kepada orang lain. Bisa dibagi kepada orang tertentu atau kepada publik sekaligus. Bisa juga membaginya supaya bisa diedit bersama teman-teman. Silahkan dipilih dan klik Done.
Sayangnya, Data Studio belum menyediakan embed data supaya bisa dipasang di website atau blog. Kita hanya bisa membagikan link melalui sosial media. Salah satu rujukan yang bisa dilihat laporan Google Analytics dari . Laporan ini berlalu secara live dan bisa dilihat dari beberapa waktu yang lampau. Klik disini untuk melihat hasilnya. (Untuk melihatnya harus login ke akun Gmail Anda).
Secara keseluruhan, Google Data Studio ini memberi banyak kemudahan, utamanya marketing online supaya memudahkan melaksanakan persentase. Tampilan yang unik dan keren ditambah ini bisa dinikmati secara live, membuat produk Google ini patut di coba.
Posting Komentar untuk "Panduan Menggunakan Google Data Studio"